
Akses Listrik dan Internet di Sekolah Sumut Tercapai 100%
Seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sumatera Utara (Sumut) yang berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut, kini telah sepenuhnya teraliri listrik dan internet. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat digitalisasi pendidikan. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pengajaran dan memastikan seluruh siswa serta guru memiliki akses yang sama terhadap teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut. Ia menjelaskan bahwa seluruh SMA, SMK, dan SLB di Sumut kini telah memiliki akses listrik dan internet. Hal ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar dalam proses belajar mengajar bisa terpenuhi.
Pada tahun 2025, sebanyak 163 sekolah telah dipasang jaringan internet. Sementara itu, untuk kelistrikan, ada tujuh sekolah yang dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selain itu, 25 sekolah mendapatkan perbaikan instalasi listrik, dan 21 sekolah lainnya menerima penambahan daya listrik. Strategi ini disesuaikan dengan kondisi wilayah setempat. Di daerah yang tidak memiliki jaringan listrik, PLTS digunakan sebagai solusi. Jika tersedia jaringan listrik, Disdik bekerja sama dengan PLN. Untuk internet, jika tidak ada jaringan, maka digunakan layanan Starlink, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Digitalisasi pendidikan tidak akan efektif tanpa infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu, akses listrik dan internet menjadi prioritas utama. Dengan adanya fasilitas ini, proses belajar digital dapat lebih interaktif, sehingga siswa dan guru bisa lebih mudah mengakses materi pembelajaran. Selain itu, diharapkan tidak ada lagi perbedaan antara daerah 3T dengan daerah lain dalam hal pemahaman teknologi.
Selain fokus pada akses listrik dan internet, Disdik Sumut juga merancang program baru yang diberi nama Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG). Program ini akan diluncurkan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Awalnya, PUBG akan diterapkan di lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias. Namun, rencananya juga akan diperluas ke lima kabupaten/kota yang paling terdampak bencana, yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Kabupaten Langkat.
Tujuan dari PUBG adalah memberikan kesempatan pendidikan yang lebih merata bagi siswa di daerah terdampak bencana. Di Kepulauan Nias, target sasaran program ini mencapai 41 ribu siswa dengan pagu anggaran sebesar Rp21 miliar. Sedangkan di lima kabupaten/kota terdampak bencana, jumlah siswa yang terlibat mencapai 51 ribu orang dengan total anggaran sebesar Rp22 miliar. Keseluruhan anggaran yang dialokasikan untuk PUBG mencapai Rp43 miliar.
Skema pelaksanaan program akan diatur melalui Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai pedoman teknis. Dana akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah. Dengan demikian, seluruh sekolah dapat menggunakan dana tersebut sesuai kebutuhan, termasuk dalam memperkuat infrastruktur pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
0 Comments for "Sekolah di Sumut Kini Terhubung Listrik dan Internet"